11.19.2014

The Graveyard Book - Cerita dari Pemakaman (Author : Neil Gaiman)


Original Title : The Graveyard Book
Author : Neil Gaiman
Edition Language : Indonesian
Publisher : Gramedia
Published : April 2013

Tebal : 360 Halaman
Ukuran : 13.5 x 20 cm
Cover : Soft Cover
Genre : Fiksi, Horor/Thriller


(Sumber : Goodreads.com dan Gramedia.com)


Sekilas info dulu, akhir-akhir ini keranjingan baca buku gara-gara seorang teman yang meracuni. Sebelumnya emang saya basic suka baca dongeng sedari kecil. Nah pas dikasih tahu Goodreads ini nih, nampak-nampaknya gerbang dunia fantasi zaman saya kecil jadi terbuka lebar lagi. Please wake me up, if i'm too old.



Gabung di beberapa group yang penyuka fantasi juga makin jadi gila beli-beli buku fiksi yang dulu ga kesampean beli. Genre favorit saya Children Fiction agak horor/thriller, atau adventure book banyak memuat myth creature, a bit dark i love that. Apalagi ditambah sampul cover yang keren makin jatuh cinta ama buku. Buat saya, buku layaknya gerbang sihir yang ngundang kita masuk ke dunia lain, merasakan pengalaman mereka (penulis) dan tentu saja media pembelajaran untuk kehidupan. 

Oalaah kepanjangan prolog, hahaha. Langsung ke bahasan dech. Pengarang buku The Graveyard Book adalah Neil gaiman, buat book worm/ book nerd yang udah khatam ama karya-karyanya, emang unik unpredictable. Saya kenal gaiman dari film coraline,, ini filmnya. Semenjak itu jadi penasaran ama bukunya Stardust dan The graveyard book.



Neil Gaiman bernama lengkap Neil Richard Gaiman adalah seorang novelis, graphic novelis juga screenwriter pria berkebangsaan Inggris yang lahir pada 10 November 1960, Gaiman seorang penulis novel yang liar akan imajinasi, unik, gelap, juga lucu. Karya Gaiman  yang lainnya : The Sandman, Neverwhere, American Gods, Stardust, Coraline, The Graveyard Book, Good Omens, The Ocean at the End of the Lane . (Sumber : Wikipedia Neil Gaiman )

Di Goodreads, saya kasih 3,5 star (from 5 star) kenapa??

Sinopsis Cerita :

Nobody Owens––panggilannya Bod––adalah anak biasa, benar-benar biasa, seandainya dia tidak tinggal di kompleks pemakaman, dibesarkan oleh hantu-hantu, dengan wali yang tidak berasal dari dunia orang hidup maupun orang mati. Banyak petualangan di pemakaman itu, dan kalau Bod pergi ke dunia luar, dia terancam bahaya dari pria bernama Jack––yang telah membunuh seluruh keluarga Bod.

Pencerita ulung Neil Gaiman kembali menyajikan cerita tentang kehidupan dan kematian, kasih sayang dan tumbuh dewasa, serta menemukan keluarga di tempat-tempat yang tampaknya paling mustahil.


(Sumber : gramediapustakautama.com)




Resensi saya : (Spoiler Warning!!) 

Bod sang anak yatim piatu, yang ditingal mati kedua orang tuanya akibat kasus pembunuhan misterius. Pembunuh misterius itu seorang pria bernama Jack. Seharusnya Bod ikut pula terbunuh, tapi keberuntungan menyertai Bod. Bod yang dengan polos berlarian keluar rumah dan masuk ke kompleks pemakaman tua saat kejadian naas menimpa keluarganya. 

Disana ada 2 hantu murah hati Mr. dan Mrs. Owens yang  menerimanya dan mengangkat Bod sebagai anak mereka sekaligus penghuni baru dan salah satu penghuni yang hidup diantara tubuh-tubuh mati dan roh-roh dingin di pemakaman tua itu. Selain orang tua hantu, Bod juga memiliki wali bernama Silas yang bertugas memenuhi semua kebutuhan hidup Bod. 

Di pemakanan Bod tetap sekolah, tapi dia belajar sihir-sihir hantu seperti memudar dan merambah mimpi. Dia tidak diizinkan bersekolah, silas mengkhawatirkan kalau dia terlalu mencolok untuk pria bernama jack yang sampai kapanpun mengicar nyawa Bod.

Bod tidak memiliki teman lainnya (yang hidup), lama kelamaan dia merasa kesepian sampai suatu waktu dia berkenalan dengan anak perempuan seumurnya, saat itu usia Bod menginjak 5 tahun. Namanya gadis kecil itu Scarlett, gadis pemberani dan cerdas. Scarlett yang dikira orang tuanya berkhayal memiliki teman, anak lelaki dari pemakaman. Scarlett terpaksa pindah karena ulah Bod menunjukan sesuatu yang tua dan misterius dalam pemakaman. Hal itu membahayakan nyawa scarlett sekaligus membuat khawatir orang tua Scarlett. 

Bod kembali kesepian, dia menjelajah bagian Unholy Land pemakaman, mencari hal baru untuk petualangannya. Disana dia berkenalan Elizabeth Hempstock, seorang penyihir cilik yang dibakar hidup-hidup. 

Waktu bergulir, Bod semakin tumbuh membesar dan beranjak remaja. Bod ingin bersekolah secara nyata di dunia orang hidup, di luar area pemakaman. Dia menyakinkan Silas, dia bisa bersekolah tanpa menarik perhatian dunia. Silas mengijinkan Bod bersekolah, tapi tetap saja seorang anak yang bisa berbicara dengan hantu, anak yang tahu segala kejadian sejarah langsung dari sumber yang mengalaminya (para penghuni pemakaman), anak yang memiliki kemampuan "memudar", dan merambah mimpi tidak bisa dianggap biasa. Masalah terjadi dan takdir mempertemukannya pada sosok jack.

Kesimpulan : 

Pertama baca buku Gaiman, cukup seru dan ini bukan dongeng anak-anak yang biasa. Setiap chapter menyuguhkan petualangan berbeda dan menegangkan. Gaiman banyak mengambil jenis-jenis "Mahluk malam" di bukunya, Werewolf, Night-Gaunt, Ghoul, Mummy, Witch, Steer saya sangat suka buku-buku yang menampilkan kisah-kisah gelap. 

Night-gaunt


Para Anjing Tuhan yang dapat menyebrang antara neraka dan dunia, Ghoul sang setan kuburan, bagaimana mencari gerbang ghoul? Cerita dan akhir hidup seorang penyihir yang menyedihkan. Night-gaunt yang misterius? termasuk Silas mahluk yang tak terdefinisi tapi dia tidak hidup juga mati, Laskar kehormatan yang mengemban tugas rahasia. Sungguh mendebarkan dan bikin saya larut dalam petualangan fantasi yang gelap.

Ghoul
Gaiman kental memasukan unsur persahabatan dan keluarga. Bagaimana keakraban Bod dengan Scarlett, saat Bod benar-benar kesepian dia menemukan teman yang sejalan dengannya. Sikap manis Bod dengan sang penyihir yang dibakar hidup-hidup. Juga kedekatan Silas sebagai pembimbing dan wali Bod yang hadir seperti sosok ayah dan anak lelakinya yangselalu  memberikan pemecahan masalah secara bijaksana. Emosi terkuras saat perpisahan Bod dengan orang-orang yang dia andalkan. Perpisahan dengan Scarlett juga Silas. Loh loh ko berpisah? Dibaca aja ya.. :D

Banyak ilustrasi di buku Gaiman, saya suka buku yang penuh ilustrasi ataupun layout bergambar biarpun itu novel. Semakin banyak coret-coretan semakin indah. :D Cover buku terjemahannya juga saya dominan warna biru dengan gambar sosok bocah yang memasuki gerbang pemakaman.

Yang saya agak sebel, kemampuan otak saya terbatas  sulit untuk mengingat berbagai macam karakter yang ada di buku ini. Penghuni pemakaman amat banyak, hahahha. Saya kadang lupa ini siapa ya keahlian nya apa? jadi tiba-tiba nyeritain Mr. or Mrs. apalah, ditambah nama-nama mereka yg panjang dan unfamiliar. Berkali-kali buka halaman sebelumnya sambil bingung di halaman berapa cerita karakter ini. Loading lama bok!!

Saya yang terbiasa membaca buku series, biasa dengan hal bertele-tele dan pendeskripsi-an karakter yang dalam, membaca buku ini jadi setengah paham. Bahahha, contoh salah satu karakter utama Silas, dia mahluk apaan sich sebenernya? dibilang ga hidup juga mati tapi wujudnya sepeti manusia. Dia sering bawain makanan juga pakaian untuk Bod. Dia itu Vampire atau Zombie? coba kalau lebih detail pasti lebih asik mengimajinasi sosok Silas.

Kecewanya chapter-chapter akhir, bukunya kaya dipaksa cut gtu aja. Ending yang gak memuaskan? hah?? segitu aja. I want more!!! Apa itu Laskar kehormatan, Jack All Trades apaan sich? Endingnya kurang nendang buat saya.

Mungkin buat kamu yang suka Dark Fantasy or Children Fiction yang simple, coba baca dech.

Kata-kata Silas yang saya ingat selalu tentang para korban bunuh diri yang dimakamkan di unholy land. Lupa tapi halaman berapa? saat Bod bertanya pada Silas "kenapa meraka yang bunuh diri dimakamkan disana?"

Silas : "Karena meraka yang bunuh diri rohnya tidak diterima dimana-mana. Mereka yang bunuh diri berusaha mencari peruntungan yang lebih baik mengakhiri kesengsaraan di dunia dan perpindah ke dunia lain."

Bod : " Apa mereka dapat kebahagiaan setelahnya?"

Silas : "beberapa, tapi kebanyakan tidak. Mereka serta merta membawa diri mereka kemanapun mereka pergi."

Jadi, stop galau-ers!! kemanapun mereka pergi sekali galau tetap galau. Sesedih apapun kamu se-tidak bahagia apapun kamu, kamu yang tahu cara buat diri kamu bahagia, bukan tempat, manusia atau moment yang buat kamu lebih baik. Tapi kamu sendiri, choose your own way. Hahhah, sekian resensi random dari saya. Mari membaca dan memahami dunia lebih banyak. ^^